Workshop Penulisan Proposal DPPM Kemdikti: Penguatan Strategi Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat

Ponorogo, Kamis, 11 Desember 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo kembali menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal DPPM Kemdikti Saintek dan Non-Saintek dengan fokus utama pada Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform konferensi online sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas dosen dalam mempersiapkan proposal pengabdian menjelang pembukaan pendanaan Tahun Anggaran 2026.

Workshop dibuka oleh Dr. Ayok Ariyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMPO, yang sekaligus bertindak sebagai moderator sepanjang jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam memahami pedoman terbaru pengabdian, terutama terkait penyesuaian skema dan arah kebijakan DPPM Kemdikti Saintek.

Sesi inti workshop menghadirkan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Malang, yaitu Prof. Dr. Yus Mochamad Cholili, M.Si., seorang pakar dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Beliau menyampaikan materi mengenai Hibah PKM Kemdiktisaintek Tahun 2026, termasuk penjelasan terkait kluster perguruan tinggi, substansi pedoman terbaru, serta strategi penyusunan proposal yang relevan, komprehensif, dan berorientasi pada dampak.

Prof. Cholili juga menguraikan elemen-elemen penting dalam pengabdian, antara lain hilirisasi hasil riset, pendekatan problem solving, kesinambungan program, serta kolaborasi multipihak. Selain itu, beliau menekankan fokus pengabdian yang diarahkan pada isu-isu strategis nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045, sehingga program yang diusulkan memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.

Lebih lanjut, peserta memperoleh penjelasan mendalam mengenai skema Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, meliputi tahapan pengusulan, proses seleksi administrasi, hingga mekanisme penilaian proposal yang menentukan kelayakan pendanaan. Penyampaian materi yang jelas, sistematis, dan aplikatif membuat sesi berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang ingin memperdalam teknik penyusunan proposal yang kuat dan kompetitif.

Dengan terselenggaranya workshop ini, LPPM UMPO berharap dosen dan tim pengabdian semakin siap dalam menghasilkan proposal yang tidak hanya memenuhi standar DPPM, tetapi juga memberi dampak signifikan bagi masyarakat.