Tak Lagi Sekadar Terakreditasi, UMPO Targetkan Jurnal Tembus Scopus dan Web of Science
Ponorogo – Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah menuju standar internasional. Melalui kegiatan penguatan kapasitas pengelola jurnal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPO menghadirkan narasumber nasional, Rifqi Syamsul Fuadi, S.T., M.Kom., Ketua Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Jawa Barat, untuk berbagi strategi pengelolaan jurnal bereputasi.
Dalam sambutannya, Kepala LPPM UMPO, Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T., menegaskan bahwa capaian akreditasi nasional bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, pengelola jurnal di lingkungan UMPO perlu mulai berorientasi pada pengindeks bereputasi internasional seperti Scopus maupun Web of Science (WoS) agar daya saing publikasi ilmiah universitas semakin meningkat.
“Kita harus memiliki visi yang lebih tinggi. Jurnal yang sudah terakreditasi perlu terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu menembus indeks bereputasi internasional seperti Scopus maupun Web of Science,” ujar Prof. Sudarno.
Prof. Sudarno juga memaparkan perkembangan jurnal ilmiah di lingkungan UMPO. Saat ini UMPO memiliki 32 jurnal ilmiah, dengan rincian 1 jurnal terakreditasi SINTA 2, 5 jurnal SINTA 3, 9 jurnal SINTA 4, 6 jurnal SINTA 5, serta 5 jurnal telah terindeks Directory of Open Access Journals (DOAJ). Secara keseluruhan, terdapat 21 jurnal yang telah terakreditasi SINTA. Selain itu, lima jurnal UMPO juga telah diajukan untuk kenaikan peringkat akreditasi pada 14 April 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu publikasi ilmiah secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Sudarno turut mengulas perubahan regulasi terbaru melalui Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 tentang akreditasi jurnal ilmiah. Ia menjelaskan bahwa regulasi baru tersebut membawa perubahan mendasar dalam sistem akreditasi jurnal di Indonesia.
Beberapa perubahan penting yang disampaikan meliputi penyederhanaan peringkat akreditasi dari enam menjadi empat peringkat, penegasan standar penilaian yang berfokus pada tata kelola jurnal dan mutu artikel ilmiah, penguatan integritas penerbit serta proses telaah sejawat (peer review), hingga kewajiban pencantuman status akreditasi pada laman jurnal dan penyimpanan jurnal terakreditasi dalam repositori nasional.
Selain itu, mekanisme akreditasi kini disusun lebih sistematis mulai dari proses pengajuan, pemeriksaan persyaratan, penilaian standar, hingga penetapan hasil akreditasi. Regulasi baru juga memberikan perhatian lebih terhadap pemantauan mutu secara berkelanjutan, termasuk kemungkinan pembekuan akreditasi apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Sudarno, perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kini tidak lagi hanya menilai jurnal berdasarkan skor atau peringkat semata, melainkan lebih menekankan pada kualitas tata kelola, integritas penerbit, mutu artikel ilmiah, transparansi proses editorial, serta keberlanjutan peningkatan kualitas jurnal.
Sementara itu, narasumber Rifqi Syamsul Fuadi, S.T., M.Kom., membagikan berbagai pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola jurnal ilmiah agar mampu memenuhi standar nasional maupun internasional. Materi yang disampaikan memberikan gambaran teknis mengenai penguatan manajemen editorial, peningkatan kualitas artikel, serta strategi menuju indeksasi bereputasi.
Menutup sambutannya, Prof. Sudarno mengajak seluruh pengelola jurnal di lingkungan UMPO untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa kehadiran narasumber yang berpengalaman dari Bandung merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan jurnal.
“Pak Rifqi jauh-jauh datang dari Bandung. Mohon kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pengelola jurnal UMPO. Jadikan forum ini sebagai ruang belajar bersama agar jurnal-jurnal kita semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo berharap seluruh pengelola jurnal semakin siap menghadapi perubahan regulasi sekaligus mampu meningkatkan kualitas tata kelola jurnal secara berkelanjutan. Dengan demikian, semakin banyak jurnal UMPO yang dapat meraih akreditasi unggul, terindeks pada pangkalan data bereputasi internasional, serta berkontribusi dalam meningkatkan reputasi akademik universitas di tingkat nasional maupun global.
