Pembekalan KKN Reguler 2026 Digelar Secara Daring, Bekali Mahasiswa dengan Etika, Keamanan, dan Kesiapan Pengabdian

Ponorogo – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKN sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di berbagai desa.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, S.Sos.I., M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diharapkan mampu menjalankan seluruh program kerja yang telah direncanakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kolaborasi.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). “Anggap DPL kalian seperti orang tua sendiri,” pesan beliau kepada seluruh peserta. Melalui arahan tersebut, diharapkan mahasiswa tidak ragu untuk berkonsultasi maupun meminta bimbingan selama pelaksanaan KKN sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan dengan baik.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T. Beliau mengingatkan bahwa setiap mahasiswa merupakan representasi dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, peserta KKN diharapkan senantiasa menjaga nama baik almamater melalui sikap, perilaku, etika, dan profesionalisme selama berada di lokasi KKN. Selain itu, beliau juga berpesan agar mahasiswa mampu membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga sehingga program-program KKN dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Memasuki sesi inti, peserta memperoleh berbagai materi pembekalan dari narasumber yang kompeten sesuai bidangnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Munaji, S.Si., M.Si., Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Perundungan (PPKPT) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Bullying di Lingkungan KKN.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan KKN, mulai dari kekerasan fisik, verbal, psikologis, hingga kekerasan seksual. Selain memberikan contoh kasus, beliau juga menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mahasiswa mengalami, menyaksikan, maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan KKN. Mahasiswa diimbau untuk tidak menyelesaikan permasalahan sendiri, melainkan segera melaporkan kepada DPL maupun Satgas PPKPT agar mendapatkan pendampingan dan penanganan sesuai prosedur.

Materi kedua mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) disampaikan oleh Dr. Sri Susanti, M.A. Pada kesempatan tersebut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman selama menjalankan pengabdian di masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat desa melalui sikap santun, menjaga tata krama dalam berinteraksi, serta mengenakan busana yang sopan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun citra positif mahasiswa sebagai insan akademik sekaligus kader Persyarikatan Muhammadiyah.

Materi ketiga disampaikan oleh Yusup Arip, S.E., M.M. mengenai Gelar Produk KKN. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan Gelar Produk menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap potensi ekonomi lokal di desa lokasi KKN. Mahasiswa didorong untuk menggali, mendampingi, dan mengembangkan produk-produk unggulan UMKM agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik. Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pelaksanaan Gelar Produk beserta indikator penilaian yang akan digunakan dalam menentukan produk terbaik hasil pendampingan mahasiswa selama KKN.

Sebagai materi penutup, Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku Kepala Divisi Penelitian LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo, menyampaikan materi mengenai Laporan Luaran Hasil KKN dan Publikasi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penyusunan laporan yang sistematis, akurat, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Selain laporan akhir, mahasiswa juga diharapkan mampu menghasilkan luaran publikasi yang mendokumentasikan hasil pengabdian dan inovasi selama pelaksanaan KKN sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kontribusi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan pembekalan ini, LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo berharap seluruh peserta KKN Reguler Tahun 2026 memiliki kesiapan yang matang, baik dari aspek akademik, etika, keagamaan, maupun kemampuan beradaptasi di masyarakat. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program kerja secara optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi duta Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan selama menjalankan pengabdian.