LPPM UMPO Gelar Monev Eksternal Pengabdian DPPM 2026, Tinjau Kemajuan Program Pengabdian DPPM 2026 Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Ponorogo – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Tahun 2026 secara hybrid di Ruang Meeting Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Kegiatan ini menghadirkan reviewer eksternal melalui zoom meeting, yaitu Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo dari Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui DPPM.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah “Penerapan Teknologi Coffee Pulper sebagai Strategi Penguatan Kemandirian Ekonomi Dusun Ganen sebagai Desa Persiapan Pemekaran 2026”, melalui skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Dalam kegiatan tersebut, tim pelaksana memaparkan perkembangan program, permasalahan mitra, pendekatan pelaksanaan, capaian luaran, serta rencana tindak lanjut. Tim pelaksana terdiri atas Arin Yuli Astuti, S.Kom., M.Kom. selaku ketua, bersama Yoyok Winardi, S.T., M.T. dan Yovi Litanianda, S.Pd., M.Kom. sebagai anggota.

Mengembangkan Potensi Lokal melalui Teknologi

Program pengabdian ini berangkat dari potensi pertanian dan peternakan masyarakat Dusun Ganen, Desa Ngrayun, yang dalam materi program direncanakan menjadi Desa Persiapan Sambiganen pada tahun 2026. Penguatan ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program.

Tim mengidentifikasi sejumlah permasalahan yang dihadapi mitra. Kelompok Wanita Tani Buana Lestari masih menghadapi keterbatasan dalam pengolahan kopi karena proses pengupasan dilakukan secara manual dengan cara ditumbuk. Metode tersebut membutuhkan waktu lebih lama, berpotensi menghasilkan mutu produk yang kurang konsisten, serta memengaruhi nilai jual kopi. Selain itu, limbah kulit kopi juga berpotensi dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sementara itu, Kelompok Ternak Sido Mukti menghadapi keterbatasan sumber pakan pada musim kemarau dan masih bergantung pada pakan tanaman segar. Pemanfaatan pakan fermentasi atau silase serta pengelolaan usaha yang lebih terintegrasi menjadi bagian dari kebutuhan yang turut dibahas dalam program.

Melalui penerapan teknologi coffee pulper, program ini diarahkan untuk membantu meningkatkan efisiensi pengolahan kopi sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal. Upaya tersebut dilengkapi dengan pendampingan kelompok, pemanfaatan limbah, dan penguatan pengelolaan usaha.

Paparan Luaran dan Pengembangan Program

Dalam sesi Monev, tim turut memaparkan sejumlah luaran yang tercantum dalam materi presentasi, meliputi video publikasi penerapan coffee pulper, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), aplikasi AgriBean untuk pencatatan dan pengelolaan keuangan kelompok usaha, artikel pada Jurnal Swagati yang masih dalam tahap review, poster, serta modul penggunaan mesin.

Video publikasi yang berjudul “Akhiri Cara Tumbuk Manual, Mahasiswa UMPO Terapkan Coffee Pulper untuk Petani Kopi Sambiganen” menjadi salah satu media dokumentasi penerapan teknologi kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan presentasi, tim sempat mengalami kendala jaringan ketika menampilkan video YouTube. Meskipun demikian, kendala teknis tersebut tidak menghambat keseluruhan rangkaian kegiatan, dan sesi pemaparan serta pembahasan lainnya berjalan lancar.

Mendorong Keberlanjutan dan Dampak bagi Mitra

Materi evaluasi juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan agar mitra semakin terampil mengoperasikan dan merawat mesin coffee pulper, memanfaatkan limbah melalui proses fermentasi dan pengomposan, serta membiasakan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi AgriBean.

Selain itu, pengembangan pemasaran produk menjadi salah satu langkah lanjutan yang perlu diperhatikan agar penerapan teknologi dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi kelompok mitra.

Kegiatan Monev eksternal ini menjadi bagian dari upaya evaluasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana untuk meninjau perkembangan kegiatan dan luaran yang telah disiapkan oleh tim pelaksana.

Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo terus mendorong pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemecahan masalah, pemanfaatan potensi lokal, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kemandirian masyarakat.