Site Visit Pemberdayaan Desa Binaan (PDB): Dua Kelompok Proposal Lolos Seleksi Administrasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan Site Visit Program Pemberdayaan Desa Binaan (PBD) pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan di adakan di Meeting Room Lantai 1 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dengan menghadirkan reviewer secara daring melalui Zoom Meeting.

Hadir sebagai reviewer dalam kegiatan ini:

  • Prof. Dr. Ir Khasrad, M.Si
  • Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si.

Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses seleksi dan evaluasi proposal Program Pemberdayaan Desa Binaan (PBD). Pada kesempatan tersebut, terdapat dua kelompok proposal yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berkesempatan memaparkan rencana programnya di hadapan reviewer.


Kelompok 1: Desa Wagir Kidul

Tema: Pengelolaan Limbah Sapi Perah Berbasis Teknologi Tepat Guna

Kelompok pertama mengusulkan program pemberdayaan di Desa Wagir Kidul dengan fokus pada pengelolaan limbah sapi perah berbasis teknologi tepat guna. Program ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan limbah peternakan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis limbah melalui inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Tim pengusul pada program Pemberdayaan Desa Binaan ini terdiri dari Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes., Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T., Dr. Arief Abdurrakhman, S.T., M.T dari ITS, serta Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., yang didukung oleh beberapa mahasiswa sebagai pendamping lapangan. Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program melalui sinergi keilmuan, pengalaman akademik, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Paparan kegiatan turut dihadiri oleh mitra program, yaitu Sunaryanto selaku perwakilan Pemerintah Desa Wagir Kidul, Bapak Priadi sebagai Mitra Sarana 1, Bapak Basir sebagai Mitra Sarana 2, serta perwakilan mitra perguruan tinggi. Kehadiran para mitra tersebut tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program, tetapi juga secara aktif turut menjawab berbagai pertanyaan dari reviewer terkait kondisi riil desa, potensi yang dimiliki, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi program pemberdayaan.

Reviewer mengajukan sejumlah pertanyaan klarifikasi terkait penguatan aspek keberlanjutan program, strategi implementasi teknologi tepat guna, serta potensi pemanfaatannya secara efektif di masyarakat. Pertanyaan tersebut difokuskan pada kesiapan mitra, mekanisme pelaksanaan di lapangan, serta peluang optimalisasi hasil program agar dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi desa binaan.


Kelompok 2: Desa Karangpatihan

Tema: Ekonomi Masyarakat Tunagrahita Berbasis Green Economy
(Kerajinan Batik Ciprat, Sentra Buah, dan Peternakan)

Kelompok kedua yang diketuai oleh Dr. Anip Dwi Saputro, S.Pd.I., M.Pd. , Adib Khusnul Rois, S.Pd.I., M.E. Dr. Alip Sugianto, S.Pd., M.Hum. dan didampingi dua Mahasiswa yang mengangkat program pemberdayaan di Desa Karangpatihan, yang dikenal sebagai desa dengan program pemberdayaan masyarakat tunagrahita. Program ini menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis green economy melalui pengembangan:

  • Kerajinan Batik Ciprat
  • Sentra Buah
  • Sektor Peternakan

Pendekatan yang digunakan berfokus pada pemberdayaan kelompok rentan melalui model pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar berbasis prinsip ekonomi hijau.

Mitra dalam program ini adalah:

  • Heru Widodo
  • LKS Rumah Harapan Mulya

Dalam sesi evaluasi, reviewer Meberi masukan l, serta memberikan catatan penting pada penguatan manajemen usaha, keberlanjutan pendampingan, dan strategi pemasaran produk agar memiliki daya saing yang lebih luas.


Jalannya Kegiatan dan Evaluasi

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara reviewer dan tim pengusul. Meskipun sempat terjadi kendala teknis berupa gangguan jaringan internet saat pelaksanaan Zoom Meeting, kegiatan tetap dapat dilanjutkan dengan baik tanpa mengurangi substansi evaluasi.

Melalui kegiatan site visit ini, LPPM berharap kedua proposal yang telah dipaparkan dapat memenuhi seluruh kriteria penilaian dan lolos pada tahap seleksi selanjutnya. Proses evaluasi yang telah dilaksanakan menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas program pengabdian kepada masyarakat, sehingga proposal yang diajukan benar-benar layak untuk diimplementasikan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi desa binaan.