LPPM UMPO Gelar Pembekalan, Pemberangkatan, dan Penandatanganan MoU Penelitian dan Pengabdian Internasional ke Malaysia Tahun 2026

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo menggelar rangkaian kegiatan Pembekalan, Pemberangkatan, dan Penandatanganan MoU Penelitian dan Pengabdian Internasional Tahun 2026 ke Malaysia. Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Tri Dharma UMPO melalui riset, pengabdian, dan penguatan jejaring kelembagaan di tingkat global.

Melalui program ini, sebanyak 22 mahasiswa akan diberangkatkan ke Malaysia untuk menjalankan Kuliah Kerja nyata Kemitraan internasional(KKN KI) , didampingi oleh 12 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga ikut serta dalam agenda penelitian dan Pengabdian. Keterlibatan mahasiswa dan DPL tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi komunitas diaspora Indonesia, sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik antar institusi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., turut memberikan arahan dan motivasi kepada peserta. Beliau menekankan bahwa mahasiswa UMPO harus tampil sebagai duta kampus yang membawa ilmu, karakter, dan adab dalam setiap aktivitas selama menjalankan program di luar negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LPPM UMPO, Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program internasional ini menjadi bagian dari roadmap peningkatan kinerja riset dan pengabdian berbasis kolaborasi lintas institusi. “Melalui program ini, UMPO tidak hanya mengirimkan mahasiswa untuk mengabdi, tetapi juga membuka peluang nyata bagi riset bersama, pertukaran keilmuan, dan penguatan akademik antar lembaga,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan prosesi pemberangkatan simbolis melalui penyematan jaket KKN kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi ini menandai kesiapan peserta untuk menjalankan amanah pengabdian dan membawa identitas akademik UMPO ke tingkat internasional.

Selain itu, LPPM UMPO juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang diwakili oleh Dr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog. MoU tersebut mencakup ruang lingkup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama akademik lain yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan bersama mitra di Malaysia.

Program ini juga memuat misi diplomasi budaya. Seiring dengan ditetapkannya Seni Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, mahasiswa diharapkan dapat mengenalkan identitas budaya Ponorogo melalui interaksi dengan komunitas seni diaspora dan masyarakat di Malaysia.

Program KKN Internasional ke Malaysia Tahun 2026 akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Melalui program ini, LPPM UMPO kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi di ranah internasional dan memberikan pengalaman global yang bermakna bagi mahasiswa UMPO dan sivitas akademika.

Melalui keberangkatan ini, UMPO percaya bahwa mahasiswa dan dosen mampu berkontribusi dalam penguatan jejaring akademik internasional dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Semoga perjalanan pengabdian ini menjadi langkah kecil yang bermakna menuju masa depan riset dan kolaborasi global yang lebih kuat.