Perketat Kualitas Proposal! 15 Reviewer Internal 2026 Ikuti Penyamaan Persepsi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi Reviewer Proposal Penelitian dan Pengabdian Internal Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan proses review hibah internal dosen. Kegiatan ini dilaksanakan guna menyamakan pemahaman para reviewer terhadap mekanisme dan indikator penilaian proposal penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa jumlah proposal yang masuk pada hibah internal tahun ini cukup tinggi, terdiri dari 39 proposal penelitian dan 40 proposal pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Sudarno menegaskan bahwa program hibah internal merupakan program yang bersifat kompetitif, sehingga seluruh proposal harus melalui proses penilaian secara objektif dan profesional sesuai dengan pedoman serta rentang penilaian yang telah ditetapkan. Menurutnya, penyamaan persepsi reviewer menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas dan keadilan dalam proses seleksi proposal.
“Karena hibah ini bersifat kompetitif, maka penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan indikator dan rentang penilaian yang telah disepakati bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh reviewer memiliki persepsi yang sama sehingga hasil penilaian dapat berjalan lebih optimal dan berkualitas,” ungkap Prof. Sudarno.
Pada sesi inti kegiatan, penyamaan persepsi reviewer proposal penelitian disampaikan oleh Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting yang menjadi perhatian dalam proses review proposal penelitian, mulai dari unsur kebaruan penelitian, ketepatan metodologi, kualitas luaran yang ditargetkan, hingga kesesuaian proposal dengan pedoman hibah internal.
Sementara itu, materi penyamaan persepsi reviewer proposal pengabdian kepada masyarakat disampaikan oleh Dr. Ayok Ariyanto. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam proses penilaian proposal. Reviewer diharapkan mampu memberikan penilaian secara adil, independen, dan berorientasi pada kualitas substansi proposal tanpa dipengaruhi faktor di luar ketentuan penilaian.
Selain itu, Dr. Ayok Ariyanto juga menjelaskan bahwa proposal pengabdian perlu dinilai dari aspek kebermanfaatan program, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan kegiatan, serta dampak nyata yang dapat dihasilkan bagi masyarakat sasaran.

Tidak hanya membahas aspek substansi penilaian, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi penjelasan teknis dan tutorial pelaksanaan review proposal melalui sistem SEMAR yang dapat diakses melalui laman SEMAR UMPO. Pada sesi ini, para reviewer diberikan panduan terkait alur login, akses proposal, mekanisme pemberian nilai, pengisian catatan review, hingga tahapan finalisasi hasil penilaian pada sistem yang di sampaikan oleh Dimas Rega selaku Admin LPPM.
Sesi tutorial tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh reviewer memahami proses review secara teknis sehingga pelaksanaan penilaian dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan terintegrasi melalui sistem digital yang telah disediakan oleh LPPM.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif melalui sesi diskusi dan penyamaan pandangan antar reviewer terkait beberapa poin penilaian. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keseragaman standar penilaian sehingga proses review proposal penelitian dan pengabdian internal dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo berharap proses seleksi hibah internal tahun 2026 mampu menghasilkan proposal-proposal unggulan yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata
