Universitas Muhammadiyah Ponorogo raih Dana Riset Kolaborasi dengan Inggris sebesar 3 Milyar Rupiah

63 / 100

Ponorogo – Universitas Muhammadiyah Ponorogo mendapat kepercayaan dengan meraih riset kolaborasi dengan Coventry University, Hanoi University of Science and Technology, Universitas Malaysia Sarawak, dengan judul ‘A Community-Centred Educational Model for developing Social Resilience (ACES): Playfulness towards an inclusive, safe and resilient society’. Adapun Pendanaan berasal dari Economic and Social Research Council (UKRI-GCRF).

Tim Indonesia (Universitas Muhammadiyah Ponorogo) terdiri dari Co-Investigator : Muhibbudin Fadhli dan Researcher Grup : Rizal Arifin, Rochmat Aldy Purnomo, Bambang Harmanto, Happy Susanto, dan Sutrisno.

Konsorsium secara khusus mempelajari dampak model pedagogis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada bidang Kemiskinan, Kesejahteraan dan Kesehatan, Kualitas Pendidikan dan Kesetaraan Gender di Malaysia, Vietnam dan Indonesia. Melalui program kegiatan ACES, kaum muda akan mengembangkan kemampuan non-formal, agar mereka dapat menjadi pembelajar aktif dan berkontribusi bagi komunitas mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. Guru dan kelompok masyarakat setempat akan dilibatkan karena sangat penting untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman lokal, dan memperluas penciptaan bersama dan kepemilikan proses pendidikan kepada para guru, dan kepada masyarakat di luar sekolah itu sendiri. Proyek ini akan menerjemahkan temuan penelitian ke dalam praktik dan wawasan kebijakan dan rekomendasi.

Indonesia (Universitas Muhammadiyah Ponorogo) mendapat total pendanaan 160 Ribu Poundsterling atau 3 Milyar Rupiah dalam riset 3 tahun, yang dimulai tahun 2020 sampai 2023. (ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *